| +62 298 321212 ext 245 | fh@adm.uksw.edu |

Fakultas Hukum UKSW Sukses Menjadi Tuan Rumah Debat Mahkamah Konstitusi Regional Jawa Tengah

Mantan Ketua MA, Bagir Manan duduk sebagai Dewan Juri Debat bersama para Gurubesar dan Pakar Hukum dari berbagai Universitas.

Kesuksesan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana sebagai  tuan rumah dalam menyelenggarakan Seminar dan Kompetisi Debat Mahasiswa antar Mahasiswa Perguruan Tinggi Se-Indonesia XII Tahun 2019 Tingkat Regional Jawa Tengah patut diacungi jempol. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 8-10 April 2019 ini merupakan kerjasama FH UKSW dengan Mahkamah Konstitusei (MK) dalam rangka revitalisasi, reaktualisasi serta reinternalisasi implementasi nilai-nilai pancasila dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para mahasiswa mengenai Undang-Undang Dasar 1945 dan Mahkamah Konstitusi serta meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap hak konstitusional warga Negara.

“Implikasi Putusan MK terhadap Badan Peradilan Lain (Kontroversi Pencalonan Anggota DPD Berlatar Belakang Partai Politik)” merupakan tema yang diangkat untuk Seminar Nasional kali ini. Dalam acara seminar tersebut dihadiri beberapa pembicara diantaranya Hakim Agung Dr. Irfan Fachruddin, SH., CN, Hakim Konstitusi MK periode 2008-2018 Prof. Dr. Maria Farida Indrati, SH., MH, dan Direktur Pusat Studi Hukum dan Teori Konstitusi Fakultas Hukum UKSW Dr. Umbu Rauta, SH., M.Hum.

Terdapat sebanyak 24 perguruan tinggi yang tercatat sebagai peserta untuk mengikuti seleksi Debat Konstitusi Tingkat Regional Jawa Tengah. Termasuk diantaranya yaitu Universitas Kristen Satya Wacana sebagai tuan rumah, Universitas kristen Indonesia, IAIN Salatiga, IAIN pekalongan, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentara, UIN walisongo semarang dan Universitas Al-Azhar Indonesia. Selain itu ada Universitas Bahayangkara Jakarta Raya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Muria Kudus, Universitas Pancasila, dan Universitas Tarumanegara. Seolah tidak mau ketinggalan beberapa Universitas Negeri pun turut mengikuti Kompetisi Debat kali ini. Diantara nya Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Jendral Soedirman.

Berdasarkan Pasal 24C UUD Negara Republik Indonesia TAHUN 1945, Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu pemegang kekuasaan kehakiman yang menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan, tutur M.Guntur Hamzah selaku Sekjen MK saat membuka acara. Sebagai pengawal konstitusi, MK bertanggungjawab dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai nilai konstitusi yang bersumber dari nilai utama (core value) ideologi pancasila.  

Mahkamah Konstitusi memiliki visi yaitu menegakkan konstitusi peradilan yang modern dan terpercaya. Sementara misi nya yaitu membangun budaya pancasila dan konstitusi. Berdasarkan visi dan misi tersebut, patut diapresiasi bahwa ide dan inisiatif penyelenggaraan debat sangat diinisiasi dunia kampus termasuk dosen dan mahasiswa terhadap pengajuan ke MK dengan harapan yang sejalan dengan visi dan misi MK. Dengan demikian M.Guntur Hamzah menyampaikan melalui sambuatannya, bahwa ia menyambut baik adanya penyelanggaraan debat yang diselenggarakan setiap tahunnya.

Kompetisi berjalan semakin menarik manakala para Guru Besar dan pakar hukum turut menjadi dewan juri yakni Ketua MA periode 2001-2008 Bagir Manan, Guru Besar Hukum Agraria Universitas Bengkulu Herawan Sauni, Dosen Hukum Universitas Sumatera Utara Mirza Nasution, Dosen Hukum Tata Negara Universitas Airlangga Radian Salman, Dosen Hukum Universitas Hasanuddin Oky D. Burhamzah, Dosen Hukum Universitas Brawijaya Dhia Al Uyun, Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Winarno Yudho, Dekan Fakultas Hukum PTN Se-Indonesia Farida Patittingi, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Susi Dwi Harijanti, Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember Bayu Dwi Anggono, dan Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari.

Setelah Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia XII Tahun 2019  Tingkat Regional Jawa Tengah berakhir. Peraih gelar Juara 1 disematkan kepada Universitas Sebelas Maret (UNS) setelah menakhlukkan Universitas Mulawarman dengan mosi “Legal Standing WNA dalam Pengujian Undang-Undang”. Tidak hanya sampai disitu, Elizabeth Silalahi selaku peserta debat dari UNS juga mendapatkan predikat sebagai Best Speaker.  Selanjutnya, juara III diraih oleh Universitas Tarumanegara usai mengalahkan Universitas Gadjah Mada dengan mosi “Izin Pertambangan dari Pemerintah Provinsi”. Tidak hanya itu, 4 Universitas lainnya juga berkesempatan melaju ke tingkat Nasional, diantaranya Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Diponegoro, Universitas Tanjungpura dan Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta.  Ke 8 universitas ini nantinya akan berkompetisi dengan universitas-universitas lain dari Regional Barat dan Timur di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Bogor.

Dengan berakhirnya lomba debat tahun ini, Ketua Panitia Umbu Rauta mengucapkan terima kasih atas kepercayaan MK RI melalui Pusdik Pancasila dan konstitusi kepada FH UKSW dalam menyelenggarakan Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia XII Tahun 1019 Tingkat Regional Jawa Tengah. Telebih kepercayaan ini (apalagi untuk PTS) menjadi kebanggaan tersendiri, karena selama ini tim debat FH UKSW selalu menjadi peserta. Semoga apa yang telah kami persiapkan dalam waktu yang relatif singkat dapat memuaskan peserta, Dewan Juri dan Pusdik MK RI,” pungkas Umbu Rauta.

Tags :