| +62 298 321212 ext 245 | fh@adm.uksw.edu |

5 Tips Penulisan Jurnal Hukum

Penulis : administrator

Dalam dunia pendidikan, mendengar kata “Jurnal” bukan suatu hal yang asing lagi. Di berbagai kesempatan jurnal dijadikan sebagai bahan acuan dalam mengambil berbagai metode yang telah dikaji oleh pembuat jurnal sebelumnya. Jurnal merupakan sebuah karya ilmiah yang berisi kumpulan artikel yang terbit secara reguler, seperti dua kali atau empat kali dalam setahun. Artikel yang terdapat dalam jurnal ilmiah seringkali diproduksi oleh individu yang berada dalam suatu komunitas ilmuwan. Namun, saat ini penulisan jurnal ilmiah seringkali ditulis oleh suatu lembaga pendidikan pada jenjang perguruan tinggi. Yang didalam nya meliputi mahasiswa, guru, dosen, peneliti, jurnalis hingga professor. Dalam penulisan jurnal tersebut dapat dilakukan secara individual maupun secara kolektif.

Setelah anda menulis naskah artikel pada jurnal, sebelumnya naskah anda akan dievaluasi oleh teamviewer terlebih dahulu. Teamviewer merupakan orang yang ahli atau pakar dari topik naskah artikel yang anda buat. Dalam berbagai jenis bidang artikel, akan memiliki kriteria yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya yaitu jurnal hukum berskala nasional dan skala internasional akan berbeda dengan penulisan jurnal pada umumnya. Jika anda adalah mahasiswa maupun dosen dalam fakultas hukum tentunya artikel ini sangatlah membantu.  Lantas apa saja yang dapat diperhatikan dalam penulisan jurnal hukum nasional dan internasional?

Pada artikel ini akan dibahas mengenai beberapa tips yang dapat anda gunakan dalam menyusun jurnal agar dapat masuk ke dalam jurnal hukum nasional dan internasional anda. Andri G. Wibisana, selaku Dosen dan Peneliti Fakultas Hukum Universitas Indonesia menyampaikan bahwa penulisan jurnal hukum nasional dan internasional yang baik harus mengandung beberapa unsur diantaranya bersifat baru (Novelty), Pernyataan (Claim), berguna (Utility), bukan hal yang selayaknya diketahui (Non-Obvious) dan tentunya harus masuk akal. Berikut keempat tips dalam membuat naskah jurnal nasional dan internasional.

Baru (Novelty)

Tidak hanya membuat jurnal hukum nasional dan internasional, dalam membuat berbagai jurnal lainnya harus bersifat baru. Bahwasannya jurnal yang anda buat merupakan jurnal yang belum pernah dipublikasikan, memiliki solusi, berperspektif, baru dan belum pernah dinyatakan sebelumnya. Sifat baru tersebut meliputi argumen-argumen ilmiah yang digunakan sebagai pendukung dari pernyataan anda sebagai penulis.

Pernyataan (Claim)

Selain berisi deskripsi tentang hukum yang positif, jurnal hukum tidak disarankan hanya berisi tentang uraian tentang perundang-undangan saja. Karena pada sebuah jurnal harus memiliki analisa tersendiri dari anda sebagai penulis jurnal. Hindari penulisan jurnal yang menimbulkan makna ganda atau tidak memiliki sikap terhadap topik yang anda ambil.

Berguna (Utility)

Pada saat membuat jurnal, anda juga harus memikirkan kemana arah dan tujuan jurnal yang akan anda buat. Sehingga jurnal yang anda buat dapat menjadi solusi atas persoalan yang yang ada saat ini. Dan dapat dikembangkan menjadi acuan penyelesaian permasalahan lainnya.

Bukan hal yang selayaknya diketahui (Non-Obvious)

Dalam menentukan topik artikel yang akan anda buat sebagai jurnal harus merupakan suatu gagasan atau ide baru yang belum pernah orang lain buat. Dalam artian mengambil topik yang fresh sebagai pokok bahasan tersebut. Memang terkesan sulit, disini anda tetap dapat mengacu ke jurnal-jurnal yang berkaitan mengenai topik yang akan anda ambil dan yang terpenting membuatnya ide baru menurut versi anda.

Masuk akal (Soundness)

Mahasiswa hukum atau apapun yang berkaitan dengan hukum dianggap sebagai sesuatu yang memiliki pondasi yang kuat. Bagaimana tidak? Hukum cenderung menganalisis segala sesuatu sehingga mendukung argumentasi yang kuat. Dalam mendukung argumentasi yang kuat perlu dibuktikan dengan peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan serta artikel-artikel tulisan ilmiah. Sehingga menciptakan sebuah jurnal yang masuk akal.

Jurnal hukum sendiri memiliki tiga tipe yaitu deskriptif, perspektif dan deskriptif perspektif. Dari ketiga tipe tersebut, anda perlu menghindari tulisan dengan tipe deskriptif tentang hukum tertentu atau gambaran hasil survei literatur tanpa adanya analisa atau hanya mendeskripsikan bunyi Undang-Undang saja. Nah, dalam sebelum anda membuat jurnal, pastikan isi jurnal anda telah memenuhi kriteria di atas ya.

Tags :