Fakultas Hukum, Universitas Kristen Satya Wacana selalu meninggalkan kesan dan pesan yang positif  bagi para mahasiswanya, dengan tujuan, kelak bekal yang mereka dapatkan saat masa kuliah dapat berguna serta dapat menjadi “garam dan terang dunia.” 


Makna dalam kata Garam dan Terang Dunia merupakan sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Tuhan sebagaimana kita manusia harus bisa menjadi garam yang baik yang artinya, garam merupakn pemberi rasa, dapat dianalogikan bahwa, kita sebagai manusia harus memberi rasa berupa pengaruh yang baik bagi sesama dan lingkungan disekitar kita. Bagi Fakultas hukum UKSW, perumpamaan seperti ini terealisasikan dengan baik dengan adanya KBM Ungu Mengabdi untuk turut serta langsung terjun dalam lingkungan diberbagai daerah dan Ungu Mengajar untuk pengabdian mengajar dan memberitahu mengenai Ilmu-Ilmu Hukum diberbagai sekolah, serta membawakan sifat kasih bagi sesama dan menanamkan sifat kepeduli pada lingkungan sekitar. 


Selain diartikan sebagai pemberi rasa, garam juga dapat diartikan sebagai pengawet, hal tersebut dapat dianalogikan bahwa kita sebagai manusia harus menjadi pengawet atau dapat juga di artikan, bahwa sebagai mahasiswa harus dapat mempertahankan ajaran dan nilai moral serta kebenaran untuk menjadikan diri sendiri lebih baik. Entah itu pengajaran yang diberikan didalam kampus maupun diberbagai komunitas yang ada, selayaknya kita bawa ajaran baik tersebut untuk dapat diterapkan bagi kehidupan untuk bermasyarakat.  


Terang Dunia dapat diartikan bahwa, kita sebagai manusia harus memberi dampak yang baik bagi sekitar, bagaikan lilin yang tidak akan menerangi ditempat yang terang. Lilin akan lebih berguna jika ia diletakan ditempat yang gelap. Hal tersebut diharapkan bagi Mahasiswa FH UKSW untuk menjadi terang dimanapun mereka berada dan selalu memberi dampak yang baik bagi sesama. 


Belajar bukan hanya soal ilmu materi, nilai dan moral merupakan hal yang sangat perlu ditananmkan pada era yang semakin modern ini. Nilai merupakan sikap manusia dalam menilai segala sesuatu yang ada disekitarnya. Nilai juga dianggap penting oleh masyarakat, karena bisa menganggap baik dan buruk dalam masyarakat, sehingga membantu kita untuk bertindak serta mengambil keputusan. 


Sedangkan moral merupakan ajaran yang baik dan buruk tentang suatu kelakuan manusia. Pada dasarnya, moral membicarakan tentang tingkah laku atau akhlak manusia yang baik dan tidak baik. Dimana dalam menanamkan moral pada setiap pikiran maupun tingkah laku seseorang, menjadikan dirinya menjadi lebih bijaksana dalam melakukan sesuatu. 


Perumpamaan tentang aram dan terang dunia dapat menjadikan pedoman untuk seseorang bertumbuh dan berkembang untuk semua kalangan baik mahasiswa maupun untuk dosen, agar dampak dari proses belajar dan mengajar akan selalu berguna dan bermanfaar bagi siapapun dan dimanapun mereka berada, sebagai  bekal untuk menata serta menggapai tujuan, untuk ,mencapai masa depan yang lebih baik dan membanggakan.  


Meski ada banyak perguruan tinggi di Indonesia, yang bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa, namun Satya Wacana sebagai salah satu perguruan tinggi, tentu memiliki “nilai”yang berbeda yang perlu digelorakan dan diinternalisasikan, demi terwujudnya profil lulusan yang Creative Minority (minoritas yang berdaya cipta sehingga mampu mempengaruhi sekitarnya menuju kehidupan yang lebih baik).Creative minority tidak terkait dengan UKSW sebagai lembaga pendidikan Kristen, tetapi lulusan perguruan tinggi (termasuk lulusan UKSW) adalah bagian terkecil yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, sehingga diharapkan mampu melakukan “perubahan” menuju masyarakat yang sejahtera.